Gambaran Konstelasi Wilayah Kota Makassar



Gambaran Konstelasi Wilayah Kota Makasar

Kota Makassar terus bergerak dengan kemajuan ekonomi yang stabil. Di tengah lambatnya ekonomi yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia karena pengaruh ekonomi global yang sedang mengalami krisis, Kota Makassar tetap menunjukkan laju pertumbuhan yang signifikan. Sebagai ibu kota provinsi sekaligus sentral transaksi perekonomian jugalah yang menjadikan kota Makassar pada posisi paling strategis dimana Sektor perdagangan, hotel, restoran dan industri menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi yang paling utama di kota berjuluk kota daeng ini.
Berdasarakan Perda Kota Makassar No. 6 Tahun 2006 tentang RTRW Kota Makassar Tahun 2005-2015, wilayah studi termasuk dalam Wilayah Pengembangan III Pusat Kota. Dimana yang dimaksud dalam WP III ini adalah berada pada sebelah Barat Jalan Andi Pangeran Pettarani sampai dengan Pantai Losari dan batas bagian atas dari Sungai Balang Beru (Danau Tanjung Bunga), dengan dasar kebijakan utamanya mengarah pada kegiatan revitalisasi kota, pengembangan pusat jasa dan pergangan, pusat bisnis dan pemerintahan serta pengembangan kawasan permukiman secara terbatas dan terkontrol guna mengantisipasi semakin terbatasnya lahan kota yang tersedia dengan tanpa mengubah dan mengganggu kawasan dan atau bangunan cagar budaya. Adapun yang dimaksud dengan Kawasan Pusat Kota yang merupakan Kawasan Pengembangan Terpadu Kota Makassar tersebut mencakup wilayah Kecamatam Wajo, Bontoala, Ujung Pandang, Mariso, Makassar, Ujung Tanah dan Tamalate. Adapun strategi pengembangan Kawasan Pusat Kota meliputi:

a)      Mendorong pengembangan kawasan strategi skala Nasional dan Internasional pada kawasan ekonomi prospektif terutama di kawasan sekitae Langan Karebosi, Sepanjang Pantai Losari, Kawasan Pecinan bagian Utara Makassar, koridor jalan Jenderal sudirman  – jalan DR. Ratulangi dan koridor jalan Andi Pengerang Pettarani.
b)      Mengembangkan sarana dan fasilitas transportasi yang mendukung pengembangan sistem angkutan umum massal
c)       Mengembangkan program peremajaan kawasan kumuh berat terutama pada konsentrasi kawasan kumuh Mariso, kawasan kumuh sekitar jalan Abubakar Lambogo dan kawasan kumuh Baraya dengan permajaan terbatas untuk pembangunan rumah susun murah
d)      Merevitalisasi kawasan Pantai Losari secara terpadu dengan mereklamasi terbatas ruang pantai
e)      Membatasi pembangunan pada ruang belakang Pantai Losari sekitar kawasan Makassar Golden Hotel (MGH) dan sekitarnya dengan membuat jalan arteri pembatas sampai ke depan Benteng Jumpandang sekaligus memecahkan masalah kemacetan akibat jalur sempit lalu lintas pada daerah sekitar Makassar Golden Hotel dan memperkuat eksistensi Benteng Jumpandang
f)       Menata sistem drainase kawasan pesisir pantai Makassar dengan pembuatan saluran tangkap sepanjang pantai yang dilengkapi dengan sistem instalasi pengolahan limbah
g)      Mengembangkan sistem interkoneksi antarjaringan transportasi darat dan jaringan transportasi air serta jaringan pedestrian secara terpadu dengan sistem transportasi makro
h)      Mendukung pembangunan kawasan dengan konsep bangunan bergedung tinggi ”highrise building” yang sudah terencana dengan standar global

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kondisi Eksisting Kota Makassar

Fungsi Utama dan Pendukung yang Diarahkan

Potensi Masalah dan Isu Pengembangan Kota Makassar